Menu

Selasa, 02 Mei 2017

Hijrahku...

Assalamualaikum sahabat blogger!^^

Pada kesempatan kali ini, aku mau bercerita awal hijrahku. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi sahabat blogger^^

Jadi ceritanya seperti ini....

1 tahun yang lalu, tepatnya bulan januari tahun 2015. Aku masih menyayangi mantan ku, panggil saja 'yulah'. Jujur aku susah banget buat move-on. Hati ini rasanya gelisah memikirkan dia setiap saat, menunggu kabar darinya, kalo di chat duluan terus dia gak bales pasti langsung kepikiran dan rasanya gak karuan. Dia semakin cuek dan tak peduli denganku. Padahal, niatku hanya ingin menjaga tali silahturahmi biar gak renggang. Dia memang sudah lulus SMA, saat ini dia sedang menempuh pendidikan di kuliahnya. Memang si, aku tau anak kuliah itu sibuk banget nget nget tapi itu bukan jadi penghalang untuk mengakhiri tali silahturahmi juga bukan?

Setelah 11 bulan kemudian, aku dengan dia benar-benar udah gak ada komunikasi lagi (lost contact) entah lewat bbm, sms, fb,wa, line atau medsos lainnya. Dia menghilang gitu saja layaknya ditelan bumi. Terakhir, dia ngabari itu tanggal 5 November 2016 bertepatan dengan hari ulang tahun ku. Entah mengapa aku terharu dan bahagia bisa mendapat kabar dari nya lewat video yang dikirim lewat ketiga sahabatku.

Beberapa minggu setelah ulang tahunku, aku dekat dengan teman seperjuanganku walaupun beda jurusan, dia pun satu organisasi di sekolahku. Sebut saja dia 'riyan'. Aku bisanya deket sama riyan berawal dari dia comment photo waktu aku kecil yang aku jadikan display picture bbm. Awalnya itu aku pikir kita cuma guyon (in: bercanda) dan bakal berhenti chat pada hari itu juga. Tetapi chat itu terus berlanjut hingga kebesokkan harinya, dan seterusnya. Padahal waktu itu kita masih menempuh Ulangan Akhir Semester Ganjil. Canda tawa pun membuat rasa ini berubah.

Selain canda tawa, dia mengajarkan banyak hal. Saat kita sedang asyik chat, ketika adzan dia menyuruh aku untuk mengambil air wudhu terlebih dahulu  dan dilanjutkan dengan sholat entah itu sholat shubuh, dhuhur,ashar, maghrib, dan isya. Hati ini merasa lebih tenang, damai, dan nyaman dengan dia. Rasa ini semakin menjadi-jadi. Aku gak tahu apa yang terjadi pada hati ini, rasanya bahagia saat dia memberi kabar kepadaku.

Setelah dijalani, aku sudah tidak ingat dengan yulah. Bukannya melupakan, tetapi rasa ini yang berawal dari yulah dapat berpindah pada riyan dengan kesederhanaannya membuat aku bahagia.

Ulangan Akhir Semester berakhir, kini ada yang namanya pengayaan(mendapatkan nilai tambahan di rapot). Kita mengerjakan tugas pengayaan bersama-sama hingga larut malam. Jangan salah paham dulu ya, maksudnya kita saling menemani dan menyemangati lewat chat saja gak secara langsung kok....

Saat bertemu dia disekolah, hati ini aneh. Terasa gugup saat menyapanya, apakah aku benar menyukainya? aku bertanya pada hatiku. Aku takut jatuh di lubang yang sama dan aku juga takut mengulangi kesalahan yang sama. Aku mulai minta pendapat sama teman dan sahabat ku tentang rasaku ini. Alhamdulillah mereka memberika solusinya kepadaku.

Pada satu bulan yang lalu, kita saling mengeluarkan unek-unek kita. Aku terus terang padanya kalo aku menyukai dia karena beberapa alasan dan aku minta izin terlebih dahulu untuk boleh atau tidak menyukai dia. Dia pun menjawab, dan dia memboleh kan aku untuk menyukainya karena rasa suka itu wajar jadi tidak ada yang melarang. Setelah beberapa lama chat tentang masalah unek-unek ku. Kini giliran dia yang mengeluarkan unek-uneknya. Dia bilang kalo dia juga wajar suka sama aku tapi hanya teman dekat saja gak lebih, jangan pada pacaran dulu, jangan pada baperan dan saling jaga perasaan dulu ya. Subhannallah.........
Aku langsung meneteskan air mata saat dia bilang sepert itu. Entah aku tidak merasa kecewa saat dia bilang hanya teman dekat saja, yang ada aku malah terharu saat dia bilang seperti itu :')

Dua minggu setelah kita mengeluarkan unek-unek kita,tepat setelah penerimaan rapot dan masuk sekolah seperti semula. Tiba-tiba ada yang berbeda dari sikap dia terhadapku. Aku takut jika dia menjauhi aku tanpa aku ketahu apa sebabnya. Aku cerita dengan sahabat ku tentang masalah ini, lalu sahabatku menceritakan masalah ini kepada riyan. Riyan pun menjawab pertanyaan nya sahabatku, dan dia menitipkan jawabannya itu untuk disampaikan ke aku walaupun bukan dia langsung yang menyampaikan.

Entah mengapa semenjak kedekatan aku dengan dia membawa aku banyak perubahan. Aku merasa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Allah memberikan hidayah kepadaku lewat riyan. Riyan sosok yang sangat mencintai Allah Swt.  Dia mengajari aku untuk aku lebih tepat waktu dalam beribadah, aku jadi suka sholat di awal waktu.  Aku sangat bersyukur karena dapat mengenal Riyan yang menambah rasa cintaku pada Allah Swt.

Terimakasih yaAllah,
Atas semua yang telah Engkau berikan padaku. Engkau maha baik, Engkau maha segalanya yaAllah.
Aku selalu percaya kepada-Mu. Semoga Engkau akan menjaga hatinya, perasaannya, dan pandangannya untukku.
InsyaAllah, seseorang yang baik akan datang untuk yang baik dan begitu sebaliknya. 
Semoga aku dan dia saling mendoakan dalam diam, saling memperbaiki diri terlebih dahulu hingga waktu yang mempertemukan kita.


1 komentar: